Senin, 17 Oktober 2011

Bianglala

Bianglala terus saja berputar
Mengendap endap
Sayang ia tak berguru pada musang
Maka lelehlah dinding dingin...

yang mengkristal
Lalu sang penjaga berniatlah ia menggelar tabir air yang hangat
Lebih nyaman, begitulah pikirnya...

yang mulai terbuka.
Karena tidaklah elok jika ia tetap meringkuk dalam dingin yang menusuk
Biarlah ia tetap berputar

Mengendap endap
Bukanlah pada musang ataukah kepicikan dunia yang merona-rona ia berguru.
Melainkan dalam tabir yang

ia gelar itu ditundukkanlah jiwanya pada Rabb-nya yang Maha Pencipta dan Penganugerah Cinta. Dan dalam tabir air...

nan hangat, bening, berlinang berlapis-lapis, itu pula Bianglalanya berputar dalam ridha-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar