Bianglala terus saja berputar
Mengendap endap
Sayang ia tak berguru pada musang
Maka lelehlah dinding dingin...
yang mengkristal
Lalu sang penjaga berniatlah ia menggelar tabir air yang hangat
Lebih nyaman, begitulah pikirnya...
yang mulai terbuka.
Karena tidaklah elok jika ia tetap meringkuk dalam dingin yang menusuk
Biarlah ia tetap berputar
Mengendap endap
Bukanlah pada musang ataukah kepicikan dunia yang merona-rona ia berguru.
Melainkan dalam tabir yang
ia gelar itu ditundukkanlah jiwanya pada Rabb-nya yang Maha Pencipta dan Penganugerah Cinta. Dan dalam tabir air...
nan hangat, bening, berlinang berlapis-lapis, itu pula Bianglalanya berputar dalam ridha-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar