oleh Budhe Nunu pada 16 Februari 2012 pukul 13:36 ·
Setiap malam aku gerah
Cuma bersarung butut dan kopiah
Menengadah seperti orang sangat haus begitu
Setiap siang aku bergidik
Berkemul debu dan matahari terik
Ngeri,
Dipandang metropolitan yang mendelik
Sebenarnya aku ini makan apa tha le?
Dan kamu makan apa?
Melihat kamu dan mereka melahap segala sumber daya
Sampai buncit perut dan seret jasnya
Belum juga kenyang
Aku melirik sepiring nasi aking
Ini untuk pagidan separuhnya siang
Aku sangat kenyang
Lama-lama kamu mirip mereka
Anak-anak busung lapar itu
Yang sering kamu ludahi hingga ke bekas duduknya
Cuman bereka tak berbaju
Kamu tampil perlente
Aku ini hidup untuk apa tha le?
Kok kamu pada berkejaran
Berebut harta, wanita, tahta
Kok aku ditinggal bermunajat sendiri
Pikirkan surga dan cinta-Nya?
le,
Aku pernah sekolah buat usir penjajah
Londo itu,
Dan cari nafkah
Nah,
Kamu melahap bangku sekolah untuk apa tha le?
Kalau yang tersisa cuman gigi dan ahlaqmu yang gupis?
Miris
Tidakkah kamu diwulang buat ngusir penjajah juga?
Kalau iya, kenapa malah terjajah?
Sampai kebarat-baratan begitu
Tidakkah kamu diwulang ahlaqul karimah?
Biar sayang sama Yang Maha Penyayang
Biar sayang sama Rosul
Biar sayang sama yang ma’ruf
Biar perutmu kemps tak berisi batu bara
Biar hatimu tidak bengkak karna congkak
Biar tahu membangun negeri
Biar tahu menjadi khalifah
le,
Aku ini sudah sepuh
Aku sudah kepingin ngaso
Kamu lekas bangun tha
Bangun hatimu
Bangun rumahmu (juga trotoarnya)
Sampai tidak ada busung lapar
Sampai tidak ada yang mempertanyakan kesejahteraan
Bangun
Bangun
Terus bangun
Nah begitu
Jangan lengah
Pegang kitabulloh dan sunnatulloh
Pegang itu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar