Selasa, 24 Juli 2012

Lirihkan!


Kalau sakit kau jangan berteriak
Kalau senang apalagi
Kemana istighfar?!
Kemana tahmid?!
Apa sudah nglotok,
Bersama bulu srigala ketika kau berperan domba dan sebaliknya?
Apa sudah menciut,
Bersama akhlaqul karimahmu yang membutut
Kemana wejangan gurumu?!
Buat membetulkan laku
Biar tidak serong melulu
Apa sudah larut,
Bersama tidur siang bolongmu?!
Duh!

Jangan linglung
Karena ini bukan segaris lurus vektor da atas kertas kotak-kotak yang bikin kepala berdengnung-dengung
Bukan lingkaran yang hanya berputar-putar seperti itu saja
Bukan! Bukan seperti aljabar
Apalagi transaksi pasar yang dibayar dengan selembar dua lembar

Jangan menggerutu
Karena ini bukan seperti menghitung-hitung receh,
Dan kembalian yang tak genap
Bukan seperti ‘tentukan’ yang tak tertentu
Bukan! Bukan!
Apa kau tak jua memahaminya?
Duh! Duh!

Jangan berteriak kalau tak mengerti!
Jangan berteriak kalau memohon dan meminta!
Jangan berteriak kalau mengadu!
Karena Dia bahkan Maha Bisa mendengar bisikan busuk jiwa kopongmu
Meski kau bungkam dan sembunyikan kealpaan dengan teriakkan dan dustaan
Walau kau poles luaran dengantasbih yang berputar-putar
(hanya sebatas diputar huh!)
Dan kau sebut—sebut “Aku sudah bersyukur”
Sedang kau terus teriak ngawur dan ngelantur
Duh! Duh! Duh!

Jangan sampai keluar jalur
Semoga,
Dan lirihkan suara,
Itu saja

[Budhe Nunu 2012]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar